Kamis, 14 November 2024

SUARA DEMOKRASI

PROFIL MODUL PROJEK ke-1 
Tahun Ajaran 2024/2025 


Sekolah                          : SMP Negeri 1 Gemuh 
Tema                              : Suara Demokrasi 
Topik                             : Suaraku Ekspresiku 
Fase                              : D / SMP (Kelas VII – IX) 
Waktu Pelaksanaan      : Juli – Agustus – September 2024 
Durasi                          : 90 JP 
Model Pembelajaran      : Tatap Muka 
Metode                          : Diskusi, Presentasi, Projek, Eksplorasi 
Kelengkapan Perangkat : LK, Rubrik, Foto, Artikel, 
Asesmen                          : Tertulis dan performa 



Tujuan Umum Projek 
Di akhir projek, murid diharapkan dapat: 
1. Menganalisis dampak dari keberagaman pendapat dan pemikiran di sekolahnya; 
2. Menunjukkan perilaku positif dalam menyikapi keberagaman pendapat dan pemikiran di sekolahnya; 3. Mengidentifikasi dan mempertimbangkan alasan diri dan orang lain. 
4. Memiliki pendapat yang berbeda tentang isu-isu penting; 
5. Berpikiran terbuka pada ide dan pendapat orang lain; 
6. Bermusyawarah untuk menemukan solusi dalam permasalahan sehari-hari; 
7. Berkolaborasi dengan teman, guru, dan warga sekolah lainnya; 

Tujuan Khusus 
Melalui kegiatan dalam modul ini, murid diharapkan dapat: 
1. Menjelaskan pentingnya kesetaraan sosial (kesamaan dalam memperoleh hak dan dan melaksanakan kewajiban) terutama hak dan kebebasan dalam menyuarakan pendapatdan pemikiran di sekolah; 
2. Menyuarakan pendapat dalam berbagai bentuk dialog, debat, dan diskusi melalui berbagai cara dengan penuh tanggung jawab; 
3. Membangun gagasan dan opini yang kuat dengan menyajikan fakta dan keputusan yang dilandasi oleh hak asasi manusia dan sistem demokrasi; 
4. Menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari; 
5. Mengidentifikasi nilai-nilai yang diperlukan untuk membangun komunitas yang demokratis; 
7. Memberikan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah demokrasi di sekolah; 
8. Merancang dan melaksanakan program pembentukan pengurus OSIS dan pemilihan ketua OSIS yang demokratis di sekolah. 

Dimensi P5: 
• Berkebhinekaan Global 
• Bernalar Kritis 
• Bergotong Royong

Jumat, 25 Oktober 2024

SEORANG BALITA DI KENDAL MENDERITA RETINOBLASTOMATA
Kendal, 23 November 2010


Tamangede -Gemuh-Kendal, Pagi ini tangisan seorang balita di Desa Taman gede - Gemuh - Kendal, Rt 02 Rw 02 memecahkan kesunyian pagi.







NGAWI--MICOM: Seorang bayi perempuan, bernama Jelita, berumur 9 bulan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menderita penyakit tumor di mata, hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Sejak usia dua bulan, Jelita yang merupakan anak pertama pasangan Yahman dan Sri Wahyuni, warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu ini, menderita tumor pada mata kanannya. Setiap hari tumor di mata anak ini terus membesar, hingga menutupi mata.

"Setiap jelita menangis tumor yang dideritanya akan bertambah bengkak. Penderitaan yang dialami anak saya ini membuat kami ikut tersiksa," ujar ayah Jelita, Yahman, Sabtu (16/10). Menurut dia, penyakit tumor yang diderita anaknya ini berawal dari bintik hitam di atas mata kanan saat jelita masih berusia dua bulan.

Waktu itu, Yahman mengira bintik hitam tersebut hanyalah bekas gigitan nyamuk. Namun beberapa hari kemudian, bintik di atas mata kanan tersebut bertambah besar dan berwarna kemerahan. Kini di usia sembilan bulan, bintik hitam itu sudah menjadi besar hingga menutupi mata kanan Jelita.

Kedua orang tua Jelita sudah berusaha membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suroto Ngawi. Namun, oleh dokter menyarankan agar dibawa ke RSUD dr Sutomo Surabaya, guna menjalani operasi.

"Kami sudah membawa Jelita periksa ke rumah sakit Ngawi. Namun, oleh pihak rumah sakit, kami dianjurkan untuk ke rumah sakit di Surabaya untuk operasi," tutur Yahman lirih.

Meski demikian, pihaknya tidak membawa anaknya berobat ke Surabaya, karena tidak mempunyai uang untuk biaya hidup selama berobat di Surabaya. Untuk itu, pihaknya memutuskan merawat Jelita seadanya di rumah.

Hingga kini, Yahman dan keluarganya hanya bisa pasrah akan nasib Jelita. Ia berharap, ada bantuan dari berbagai pihak untuk mengobati anaknya. Pekerjaannya yang sebagai buruh kasar, membuatnya tidak dapat berbuat banyak.

Sementara, Kepala Desa Cantel, Suparlan mengatakan, kedua orang tua Jelita sudah masuk sebagai daftar keluarga miskin di Kabupaten Ngawi. Karena itu, biaya operasi bagi Jelita akan ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.

"Biaya operasi Jelita adalah gratis, sebab keluarga Yahman telah masuk dalam daftar keluarga miskin di Kabupaten Ngawi. Hanya saja yang menjadi kendala adalah biaya akomodasi yang bersangkutan jika mereka harus pergi dan tinggal di Surabaya selama Jelita berobat," kata Suparlan. (Ant/sa/OL-04)